Skip to content
22/06/2010 / Windy

Potensi Saham Komoditas Siang Ini

ekonomi siangwihans.com | wihans.web.id – [ Ekonomi ] : Jakarta, Setelah memimpin penguatan bursa pada perdagangan kemarin, saham sektor tambang terlibas aksi profit taking investor siang ini. Bagaimana pergerakan selanjutnya? Pada perdagangan Selasa (22/6) sesi pertama, saham komoditas terpantau melemah, seiring koreksi bursa. Sektor pertambangan turun 0,75% ke 2.298,07 dan perkebunan tergelincir 0,18% ke 1.717,3.

Purwoko Sartono, analis dari Panin Securities mengatakan, saham-saham di sektor komoditas seperti pertambangan dan perkebunan saat ini bergerak mixed cenderung melemah. “Tekanan jual melanda bursa akibat profit taking investor,”

Namun, pelemahan ini diprediksikan tidak berlangsung lama. Pasalnya, investor asing, yang berekspektasi positif untuk pasar RI jangka panjang, masih dalam posisi net buy. “Apalagi Juni merupakan musim pembagian dividen dari berbagai emiten,” paparnya.

Pardomuan Sihombing, Head of Research PT Recapital Securities juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, bursa hari ini masih rawan tekanan jual. Selain sentimen negatif bursa global dan regional, aksi profit taking pasar menyusul kenaikan indeks sepekan terakhir, menjadi katalisnya.

Kendati demikian, Ia masih merekomendasikan saham berbasis komoditas. Meski bursa dibayangi profit taking, lanjutnya, penguatan rupiah terus membuat saham-saham pertambangan makin memikat. “Apalagi indikator teknis mengindikasikan peluang apresiasi,” imbuhnya.

Koreksi menjadi peluang bagi investor untuk mengakumulasi di harga rendah. Beberapa emiten tambang pilihannya adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Bukit Asam (PTBA), PT Astra Agro Lestari (AALI) dan PT London Sumatra (LSIP). “Rekomendasi buy on weakness pada emiten-emiten ini,” ujarnya.

PTBA dan Grup Rajawali dikabarkan akan membiayai pembangunan proyek rel kereta api PT Bukit Asam Transpasific Railway (BATR) melalui pinjaman bank sebesar US$1,05 miliar atau 70% dari total investasi. Pinjaman tersebut berasal dari ICBC China, The Bank of China, Exim Bank China, dam China Development Bank.

Sementara itu, biaya investasi lainnya sebesar US$450 juta akan ditanggung bersama ketiga pemilik yaitu PTBA, Grup Rajawali, dan China Railway. PTBA berencana menaikkan kepemilikan pada BATR menjadi 30-35% dari saat ini 10%, dikarenakan rel kereta api yang akan dibangun akan mengangkut batubara perseroan.

Sedangkan Samuel Sekuritas menilai, dengan posisi leverage PTBA yang net cash, tidak ada masalah dalam mendapatkan pinjaman eksternal. “Rekomendasi beli untuk emiten ini,” ujarnya. Analis PT Optima Securities, Ikhsan Binarto menjagokan saham ADRO. Menurutnya, emiten ini masih menarik terkait harga batubara di pasar global yang cenderung naik.

Sedangkan secara teknikal, ADRO terindikasi akan menembus titik tengah indikator moving average convergence divergence (MACD). “Investor bisa beli ADRO, dengan target harga dapat mencapai Rp2.200,” katanya. ADRO akhirnya memperoleh izin mengakuisisi 25% saham di 7 proyek Indonesia Coal Project (ICP) atau yang lebih dikenal dengan nama tambang Maruwai. Nilai akuisisi ini mencapai US$335 juta.

Dalam akuisisi ini, ADRO bekerja sama dengan BHP Biliton yang menguasai 75% saham sisanya. Perjanjian kerja sama telah dilakukan antara ADRO dengan BHP Minerals Holdings Pty Ltd dan BHP Minerals International Exploration Inc. Lahan yang diakuisisi sebelumnya dikelola oleh PT BHP Biliton Indonesia yang telah habis masa kelolanya.

(inilah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: