Skip to content
22/06/2010 / Windy

Senang Tarik Ulur, Pria bak Karet Gelang

tark-ulurwihans.com | wihans.we.id [ Seksualitas ] : SERING KALI wanita tak mengerti dengan siklus keakraban yang ditunjukkan seorang pria kepadanya. Saat wanita telah memberi sinyal untuk semakin mendekat, kaum pria malah menjauh, lalu mendekat lagi. Dengan kondisi ini, pria diibaratkan seperti karet gelang.

Pasalnya, saat menarik diri, kaum adam hanya dapat mulur sejauh mereka dapat mengerut kembali. Karet gelang adalah kiasan sempurna untuk memahami siklus keakraban pria.

Siklus ini meliputi mendekat, menarik diri, kemudian mendekat lagi atau tepatnya tarik ulur. Kebanyakan wanita terkejut saat menyadari bahwa pria yang mencintai seorang wanita pun secara berkala perlu menarik diri sebelum dapat lebih mendekat.

“Pria secara naluri merasakan dorongan untuk menarik diri. Ini bukan keputusan atau pilihan, ini terjadi begitu saja. Ini bukan kesalahannya maupun kesalahan istrinya. Ini merupakan daur alami,” kata John Gray PhD, lewat bukunya ”Men are from Mars, Women are from Venus”.

Pria yang mencintai wanita pun secara berkala merasa perlu menarik diri sebelum dapat lebih mendekat. Namun demikian, sering kali kaum wanita menyalahartikan sikap menarik diri pria.

Memang, bukan tanpa sebab bila wanita salah mengartikan sikap pria. Karena pada umumnya wanita menarik diri untuk alasan-alasan berbeda, misalnya, bila ia tidak yakin pria itu dapat memahami perasan-perasaannya. Bila ia pernah dilukai hatinya atau takut dilukai lagi, atau bila pria pernah melakukan kesalahan dan mengecewakannya.

Lantas, bagaimana dengan kaum pria? Apakah pria melakukan hal yang sama?”Pria dapat menarik diri karena alasan-alasan yang sama, tapi juga bila wanita tidak membuat kesalahan sekalipun. Ia bisa saja mencintai dan memercayai si wanita, dan kemudian tiba-tiba mulai menarik diri.

Seperti karet gelang, ia akan menjauhkan diri, kemudian kembali karena kemauannya sendiri,” jelas Gray.Gray turut menjelaskan, pria menarik diri untuk memuaskan kebutuhannya akan kebebasan atau otonomi. Namun hal ini tidak berlangsung selamanya, hanya persoalan waktu saja.

“Setelah mulur, secara tiba-tiba ia berbalik kembali. Setelah memisahkan diri sepenuhnya, tiba-tiba ia kembali merasakan kebutuhan akan cinta dan kehangatan. Secara otomatis ia akan terdorong untuk memberikan cintanya dan menerima cinta yang diperlukannya.

Saat pria mendekat kembali, ia melanjutkan hubungan pada tingkat kehangatan yang sama dengan saat ia menarik diri. Ia tidak merasa perlu mengulangi hubungan dari awal lagi,” tandas Gray.

(okezone)

%d bloggers like this: