Skip to content
26/06/2010 / Windy

Yusril Ihza M Resmi Jadi Tersangka

yusrilwihans.web.id – [nasional] & [kriminalitas] : Mantan Menteri Kehakiman Yusril Ihza Mahendra secara resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum). Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memanggilnya untuk diperiksa pada 1 Juli mendatang.

Yursil menyatakan, akan memenuhi panggilan pemeriksaan itu. “Ini kan tali temali dengan yang lain. Selama ini saya dipanggil sebagai saksi tidak pernah tidak datang,” kata pakar hukum tata negara ini kepada press.

Menurutnya, selama kasus Sisminbakum di Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ia selalu hadir saat dipanggil sebagai saksi.

Mantan Menteri Sekretaris Negara ini mengaku akan menghadapi keputusan Kejagung yang telah menetapkannya sebagai tersangka bersama Komisaris Utama PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) Hartono Tanoesudibjo, rekanan Dirjen AHU dalam proyek Sisminbakum ini. Ia yakin tidak bersalah.

Yusril Ihza Mahendra
Foto : Detik

“Saya akan menghadapi masalah ini. Akan saya pertahankan keyakinan bahwa yang saya lakukan atas nama kebenaran,” ujarnya.

Kasus Sisminbakum, yang diduga merugikan negara Rp 420 miliar, telah menyeret 3 pejabat Dirjen AHU, yakni Romli Atmasasmita, Syamsuddin Manan Sinaga, serta Zulkarnaen Yunus, serta Direktur SRD Yohanes Wasoruntu. Pada pengadilan tingkat pertama, Romli divonis 2 tahun penjara, Syamsuddin penjara 1 tahun 6 bulan, serta Yohanes 4 tahun penjara.

“Kasus Sisminbakum sarat muatan politik ketimbang soal penegakan hukum atau pemberantasan korupsi,” kata adik Yusril, Yusron Ihza Mahendra melalui pesan singkat.

Yusron menjelaskan, sejak awal kasus ini digulirkan oleh pihak penegak hukum, isu ini dinilainya sudah tidak logis.

“Bahkan, mengarah pada tindakan menghabisi reputasi dan karir politik Yusril. Bayangkan saja, bahwa hal paling utama yang dipersoalkan dalam Sisminbakum adalah soal apakah dana itu PNBP atau tidak,” terangnya.

Yusron menegaskan, padahal, jelas-jelas presiden tidak memasukkannya sebagai PNBP. Dan jika begitu, yang perlu dipersoalkan bukanlah masalah mengapa dana tersebut masuk ke Koperasi Depkum HAM dan bukan PNBP.

“Mengapa Presiden tidak memasukkannya sebagai PNBP. karena itu, ideal jika Kejagung mempersoalkan hal tersebut kepada Presiden dan bukan kepada Yusril. Lebih lanjut, dalam hal kerugian negara yang digembar-gemborkan itu, orang hanya bicara atas dasar asumsi dan potensi dan bukan atas data real. Hukum itu bukti, bukan andai-andai,” tutupnya.

Yusril baru saja ditetapkan sebagai tersangka bersama pemilik PT SRD Hartono Tanoe. Keduanya diduga terlibat dalam korupsi Sisminbakum yang merugikan negara Rp 420 miliar.

[detik]

2 Comments

Leave a Comment
  1. oscar / Jul 2 2010 15:06

    kalau sudah tersangka, berarti harus ditahan tidak ?

    • admin / Jul 2 2010 15:37

      Harusnya ditahan kali ya ?? sayangnya kami bukan polisinya sih??🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: