Skip to content
01/07/2010 / Windy

Dirjen Listrik Dicekal !!!

dirjen listrik dicekalwihans.web.id [nasional] & [kriminalitas] : Jakarta – Menyusul penetapan status tersangka terhadap Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Jacobus Purwono dalam kasus korupsi proyek solar home system, pejabat pejabat eselon I di Kementrian ESDM itu dilarang bepergian ke luar negeri. Direktorat Jendral Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM telah telah mengeluarkan perintah pencegahan agar Jacobus tidak bisa meninggalkan Indonesia.

Pencegahan juga diberlakukan terhadap Kosasih, pejabat pembuat komitmen dalam proyek solar home system yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepala Sub Bagian Humas Ditjen Imigrasi, Bambang Catur Puspitowarno, menyatakan bahwa Jacobus Purwono dan Kosasih efektif dikenai pencegahan sejak 25 Juni lalu. “Ada permintaan dari KPK, dan langung kita keluarkan siar pencegahannya. Berlaku selama setahun,” ujar Catur saat dihubungi wartawan, Rabu (30/6).

Jack Purwono

Jack Purwono sang dirjen Listrik !!!

Terpisah, juru bicara KPK, Johan Budi, mengungkapkan bahwa penyidik KPK telah menyita beberapa dokumen dari kantor Jacobus Purwono. Sebelum melakukan penyitaan, KPK juga melakukan penggeledahan di kantor Ditjen LPE sepanjang Selasa (29/6) lalu.

Diberitakan sebelumnya, Jacobus Purwono yang sering disapa dengan panggilan Jack Purwono itu menjadi tersangka dalam kasus korupsi proyek solar home system di Ditjen LPE tahun anggaran 2007-2008. Selain Jack, KPK juga menetapkan seorang pejabat pembuat komitmen bernama Kosasih sebagai tersangka kasus yang sama.

Jack dan Kosasih diduga menerima uang dari perusahaan yang menjadi rekanan proyek solar home system. Modusnya, uang dari rekanan dalam kurun waktu 2007-2008. Menurut KPK, jumlahnya uangnya mencapai Rp4,6 miliar.

Dalam proses penyelidikan, KPK menemukan adanya pengaturan tentang harga dan pemenang perusahaan yang mengikuti tender. Selain itu, KPK juga menemukan adanya penggelembungan harga (mark up).

Juru bicara KPK, Johan Budi, menyebutkan angka kerugian negara dalam kasus korupsi itu sekitar Rp 119 miliar. Namun jumlah itu masih bisa berkembang lantaran nilai nilai proyek sesungguhnya masih dihitung KPK.

Karena perbuatan itu baik Jack maupun Kosasih disangka dengan Pasal 2 ayat (1), dan atau Pasal 3, dan Pasal 5 dan atau Pasal 11 UU Nomor  31 Tahun 1999 tentang Pemberantasna Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

[ JPNN ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: